I'm Dissapointed

Saya kecewa, beneran deh ga boong

Rasanya kaya nyesel beli panci di Innovation Store. Diiklanin sedemikian rupa, sampe bikin ngiler. Yang tadinya gue pengen beli panci di pasar aja, akhirnya ngerelain keluar kocek lebih dalam gara-gara "termakan" bahasa-bahasa persuasi yang dikeluarin salesnya, beli jauh-jauh langsung ke tokonya, dan melewati proses rumit cuma buat beli panci. Eeh gataunya, pancinya ga beda jauh sama panci di pasaran. Bodi pancinya aja bagus, eeh baru beberapa hari dipake, keliatan dalemnya ada retakan-retakan. Ya protes dong, masa kaya gitu pancinya? Kan saya beli di Innovation Store yang gedungnya bagus, iklannya dimana-mana, banyak artis yang ngiklanin,masa jual barang rongsokan kaya gitu? 
 Tapi ga ada yang percaya sama saya karena Imej Innovation Store yang dari dulu sampai sekarang terkenal dengan barang-barangnya yang bagus dan berkualitas.Pihak Innovation Store-nya sendiri malah nyalahin saya, bilang saya ngga becus ngerawat panci saya. Hellooow, dimana-mana, kalo seseorang punya barang tuh, pasti dijaga. Itu kayanya udah naluri alamiah manusia deh, masa iya saya baru beli langsung saya rusakin? Kalo kalian pake sepatu baru, hari pertama pake sepatu baru pasti jalannya pelan-pelan, ngehindarin becekan, mengalihkan pandangan teman-teman dari sepatu biar ngga diinjekin, iya kan? Hayoo ngaku!!
Padahal udah terbukti, saya dan beberapa konsumen lainnya banyak yang ga puas, tapi masih ngotot bagus dan berkualitas. Ih gatau malu deh...


Kira-kira itu yang saya rasakan sekarang. Eh tapi itu Innovation Store-nya ga beneran kok, cuma sebagai nama samaran atas instansi yang saya sembunyikan.

Saya kesal, kebagai konsumen saya tidak puas. Kenapa yang lain ga bisa melihat "kebobrokannya" sih? Udah jelas kali,kenapa kalian ga bisa objektif sih? Jangan ketipu cuma gara-gara "itu" punya nama! Buat apa punya nama tapi kualitasnya ga sesuai dengan popularitas dan gelar yang disandangnya! Bullshit semuanya tau! 
Saya cuma bisa ketawa ngejek ketika kalian membangga-banggakan dan mengelu-elukan "itu". Dan makin kalian membangga-banggakan "itu", rasa muak saya makin membesar.


Ada rasa penyesalan dalam diri saya menjadi bagian dari "itu". Dari dulu, dari pertama kali banget saya menginjakkan kaki di "itu". Saya udah punya pemikiran, pasti bakal kayak gini di "itu", mengecewakan. Saya mengerti sekali bidang yang satu ini, persis masalah yang banyak timbul di Indonesia.Saya sering mendiskusikan masalah ini dengan almh. ibu saya. Makanya kelak saya ingin melanjutkan ke bidang ini. Dan kalo bisa meperbaiki semua instansi yang bobrok kaya "itu".

But I don't have a choice. I have told for many times, I just want make them happy and proud of me, even it causes a pain.Because I know they feel more pain than me and I just want to pay their pain.Though I know that their pain never can't be paid.

Tapi saya pegal, saya muak, saya cuma bisa mengerenyitkan alis melihat kondisi "itu". 
Menggelikan, apakah di dunia ini orang kebanyakan hanya menilai "popularitas" and popularity is everything? Bahkan bila popularitas yang disandang tidak diimbangi dengan kualitas yang setara dengan popularitas itu sendiri? Bahkan bila demi mencapai popularitas itu, mengorbankan pihak-pihak yang padahal secara tidak langsung berperan besar karena sudah mengangkat nama "itu" sehingga terkenal? Bahkan pake cara-cara yang licik, picik, dan busuk sehingga merugikan masa depan pihak lain? Bahkan memihak salah satu pihak hanya karena mereka "eksklusif" dan "menyumbang" banyak hal buat "itu"? 


PENGEN TERIAK DI DEPAN MUKA KALIAN, " HEY, GA INGET MATI YA? YAKIN AMALNYA UDAH BANYAK? KOK BIKIN DOSA SANTAI AJA SIH?"


Ga kasian sama yang udah kerja keras ya? Kuda dan sebagian sapi udah banyak yang tau, ga malu ya? 

Kuda udah berkontribusi untuk kemajuan anda. Menarik sapi-sapi supaya mau bekerja keras dan menghasilkan susu. Tapi malah pilih kasih sama kuda impor dan kuda lokal. Padahal yang kerja berat kan kuda lokal, masa makannya cuma dikasih rumput doang? Kuda impor, ga ngapa-ngapain sampe dikasih pakan yang dari pabrik tea...
Apalagi sapi, mana ada kalian nyumbang susu dan keju buat peternakan ini? Semuanya sama sapi kan? Makanya peternakan ini jadi terkenal kan gara-gara temen-temen sesama sapi. Peternakan ini juga terkenal gara-gara sapinya yang bagus-bagus, bukan anda yang bagus-bagus. Tapi kok ga adil gitu sama sapi? Padahal ada sapi-sapi yang udah susah-susah menghasilkan susu sebagus mungkin, tapi dibiasa-biasain aja. Malah sapi yang menghasilkan susu biasa aja bahkan ga enak, malah dikasih award cuma gara-gara mereka sapi kesayangan kalian atau itu sapi titipan peternakan lain. Ga mikirin perasaan sapi yang dicurangin ya? Bahkan kecurangan itu bisa merugikan masa depan si sapi! Sesama sapi pasti tau betul mana yang pantas dikasih award dan mana yang belum pantas! Kalo yang belum pantas malah dikasih award, ya jangan marah kalo sesama sapi jadi suudzon!

Seekor sapi juga tahu kemampuan dia dalam menghasilkan susu seperti apa. Ketika ada sapi A yang bisa menghasilkan susu lebih baik dari dia, akan ada rasa kagum pada sapi tersebut dan pengakuan bahwa sapi itu memang lebih baik dari dia dalam menghasilkan susu."Sudah sepantasnya A dapat award lebih dari saya", gumam si sapi biasa.Tapi ketika ternyata sapi yang biasa-biasa itu dapat award lebih tinggi dari sapi A, maka akan timbul tanda tanya dan perasaan ga pantas, ga enak sama si sapi bagus. Lagipula, sapi biasa juga malu sama sapi-sapi lain yang pastinya tahu bahwa kemampuan sapi biasa dalam menghasilkan susu itu di bawah kemampuan sapi bagus.Begitu pula ketika ada sapi B yang ternyata dapat award lebih tinggi dari si sapi biasa, padahal kemampuannya menghasilkan susu tidak lebih baik dari sapi biasa.Pastinya si sapi biasa dan sapi-sapi lainnya sudah tau kemampuan si sapi B dalam menghasilkan susu, karena mereka berda di kandang yang sama." Kok bisa ya?", mungkin kalimat itu yang akan keluar dari mulut para sapi. Kuda pun cuma bisa bilang, "Ya, itu kebijakan peternakan.Maaf ya".
Kenapa namanya "kebijakan", padahal isinya ga bijak sama sekali. How pitiful...


Kalo ada Conan disini, dia pasti akan bilang : Kusooo~

Yah, setidaknya saya ga bakal lama-lama disini.Saya ingin segera lepas dari sini. Sebenarnya saya mau kabur dari wilayah ini, yang penuh kebobrokan. Tapi apa daya kemampuan finansial tidak mencukupi #gubrak

Tapi, sebagai warga yang baik, ada keinginan buat merubah. Adakah yang satu pemikiran saya untuk merubah? Tapi saya bingung harus mulai darimana. Masalah ini seperti lingkaran, ga ada titiknya. Jadi bingung dimana harus mulai dan dimana harus mengakhiri. Saya juga pusing sendiri, mungkin karena ilmu saya masih jauh dari cukup.
Rasanya mau cepat-cepat kuliah, dan mencari tahu lebih banyak tentang masalah ini dan menemukan solusinnya.

Komentar

Nick Salsabiila mengatakan…
hahaha...begitulah wanita yah mbak..
kadang suka ga tahan sama promo yg terlalu lebay dan bikin kita setengah pingsan ngebeli tuh barang..wkwkwkwk
sabar yah mb...semoga kedok mereka para penipu segera terungkap..wakakaka

Postingan populer dari blog ini

Tokoh-Tokoh yang Menyebarkan Islam di Indonesia

Promosi Jurusan