Dear . . .

Bener kata teteh mentor gue : Berdakwah itu paling susah ke keluarga dan teman dekat

Disini konteksnya bukan berdakwah sih. Tapi bener, untuk terus terang atau mengkritik seseorang yang deket sama kita emang susah. Jauh lebih susah daripada elu disuruh mengkritik kinerja pemimpin-pemimpin kaya walikota, gubernur, atau presiden. Itu sih gampang banget bagi gue…

Ketika dikasih tugas bertitel kerja kelompok, itu artinya bukan berarti lu bisa santai, apalagi kalo sekelompok sama orang pinter atau orang rajin. Saat itu adalah saat kritis dimana orang lain bisa mencap diri kita. Orang bisa liat kadar tanggung jawab lu dan keseriusan lu akan sebuah tugas. Ketika kerja kelompok, lu dituntut untuk mengkoordinir atau dikoordinir, dengan konsekuensi kalo lu mengkoordinir ya harus bener, menyuruh orang sesuai kemampuannya atau nyuruh semua anggota kelompok dengan adil, bukan malah jadi single fighter. Opsi satu lagi, dikoordinir. Kalo elu jadi orang di posisi ini, elu harus siap disuruh apa aja, selama masuk akal.  Dan antara dikoordinir dan mengkoordinir itu harus sinergis. Ga bisa ada yang mengkoordinir aja atau yang dikoordinir aja. Dan yang penting: semua harus tanggung jawab sama tugas masing-masing dan engga saling mengandalkan. Jangan sampe karena 1 orang, semua anggota kelompok harus nanggung konsekuensi. Padahal udah diingetin, dikasih deadline, bahkan dikasih saran gimana cara ngerjainnya, sampe yang ngingetin aja bingung kok ada orang yang perlu diingetin sampe segininya. 

Saya pikir kita sudah sama-sama cukup umur untuk bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Ketika anda di rumah, mungkin anda punya orangtua yang siap membantu anaknya kapanpun ia butuh, meskipun anaknya sebenarnya udah ga perlu dibantu. Namanya juga naluri orangtua, ya itu wajar. Tapi, lain hal ketika anda ada di sekolah. Saya bukan orangtua, jam beker, aplikasi reminder di HP, atau bahkan manager anda yang harus mengingatkan segala sesuatu mulai dari tugas yang belum anda kerjakan dan segala-tetek bengek dunia pelajar. I have my own life too, and I’m busy too to manage it, apalagi kalo saya harus mengelola hidup anda juga. Bukannya saya gamau mengingatkan, tapi anda harus belajar untuk mengelola itu semua. Ada tugas apa aja, tugas mana yang harus didahulukan, tugas mana yang bisa ditunda, tugas mana yang menentukan hajat keberlangsungan hidup orang banyak, dan sebagainya. Coba bayangkan saat tidak ada orang yang bersedia jadi reminder anda padahal anda terbiasa diingatkan terus-menerus,  can you survive your life? Dan saya yakin suatu hari, saat itu pasti ada.

I remind you, suatu saat akan tiba saat dimana anda tidak bisa mengandalkan orang lain, justru anda akan jadi tempat bergantung orang lain, terutama tempat bergantung orangtua anda ketika mereka sudah uzur. Jadi, mulai dari sekarang belajarlah untuk menata hidup anda sendiri dan bersedia menanggung konsekuensi atas apa yang anda lakukan terhadap hidup anda. Jadilah orang yang mandiri dalam arti seluas-luasnya. Jangan terus berharap akan ada bantuan yang tiba-tiba turun dari langit kemudian dalam sekejap akan menanggung konsekuensi atas kesalahan yang anda lakukan dan bersedia memperbaiki semuanya. Kalo anda masih tidur, segera bangunlah karena hal kaya gitu ga bakal ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh-Tokoh yang Menyebarkan Islam di Indonesia

SKB (Wawancara) CPNS LAN 2017