Masa Depan

Jadi, darimana ya sebaiknya saya mulai?

Sekarang tanggal 26 februari, and thanks to Allah swt for giving chance to 12 science 6 for going home earlier nyehehe~ Pulang jam 12, kaya anak SD. Ujian praktek pelajaran esensial kaya kimia, bio, fisika udah semua, tinggal olahraga (basket) sama speaking bahasa inggris aja. Untuk hasil sih yaa gatau deh ya, tapi saya punya prediksi begini :

 -TIK : optimis
-Senbud : optimis
-Bio : optimis
-Kimia : kurang optimis
-Fisika : cukup optimis
-B.inggris (esssay) : cukup optimis
-B.indo : optimis
-OR (renang + lari) : optimis
-Agama : optimis

Terus apa lagi ya? Kayanya ini aja deh pelajaran yang ada ujian prakteknya.

Pulang sekolah jam 12 kaya anak SD tuh part menyenangkannya, sekarang saya mau cerita part menyebalkannya. Jadi besok sampe jumat ada try out yang diadakan salah satu universitas swasta di Jakarta. Katanya mah mereka ngadain ini se-Jabodetabek. Jadi, kesimpulannya dari besok sampe sabtu saya (kami) harus berhadapan dengan soal (lagi). Yah, bisa dipastikan saya akan mabok soal di hari minggunya. Mungkin kemanapun mata saya memandang, bayang-bayang LJK akan terus hinggap di pelupuk mata *halah*

Besok bagian kimia dan bahasa indonesia. Pasti saya ga bakal belajar bahasa indonesia (seperti biasa) dan hanya menganggap kalo besok cuma try out kimia. Bukan sombong loh, tapi yaa emang selalu begitu. Bukan saya aja, tapi temen-temen seangkatan juga pasti begitu. Bahasa Indonesia tuh energi relativitasnya tinggi *dampak TO fisika sabtu kemaren*, jadi sebenernya lebih mengandalkan insting. Dan sepertinya insting saya untuk mapel bahasa indonesia lebih tajam ketimbang insting untuk pelajaran eksak.

Sekian tentang TO, sekarang ganti sub topik ke SNMPTN. Topiknya masih "masa depan" #ceilah

Jadi saya sudah daftar SNMPTN. Belum finalisasi sih, tapi yaa setidaknya udah tidak ada pergolakan batin haha. Ada sih sebenernya. Dari kelas 11, saya sibuk mencari jurusan untuk universitas pilihan pertama, dan alhamdulillah saya menemukan yang cocok dengan saya. Tapi, saya ga pernah mikirin universitas pilihan kedua. Akhirnya, saya memilih universitas pilihan kedua dengan tergesa-gesa, maybe? Dan saya kepikiran seandainya saya ga tembus di pilihan pertama dan malah tembus di pilihan kedua.
Apa semuanya akan berjalan seperti yang saya mau? Saya ga pernah "mengkhayalkan" kalo saya jadinya di pilihan kedua.... Mungkin akan sangat abstrak.

Saat ini saya sedang di tahap bertawakal. Hanya bisa berdoa :
Kalo tembus di pilihan pertama, alhamdulillah. Mudah-mudahan apa yang saya pilih juga merupakan pilihan yang baik menurut Allah dan dapat mengantarkan saya ke predikat "dreamcatcher", bukan cuma "dreamer".

Kalo tembusnya di pilihan kedua, alhamdulillah. Semoga saya bisa mengikhlaskan hati karena apa yang saya inginkan ternyata bukan yang terbaik untuk saya. Semoga dengan keberadaan saya di bidang ini pun, saya tetap bisa jadi "sesuatu" yang bermanfaat bagi lingkungan saya.

Kalo ga tembus dua-duanya, well there's still a chance. Semoga bisa istiqomah belajar dan mengejar apa yang menjadi mimpi saya.

Bismillahirrahmanirrahim,


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Promosi Jurusan

Tips Magang Ala-Ala

B.A.P VS BTS