Ketidaknyamanan

"Lo kan ga bisa milih mau punya partner yang kaya gimana di organisasi. Jangan baper. "

one of my partner year ahead. Also one of my besties

Itu bukan gue tujuin buat yg ngomong kalimat itu. 
*suer bukan elu, Put*
Mulai dari mana ya?
Eh seriously I dunno from where should I start?
Oke, intinya gini. Gue bukan orang yang baper. Dalam berbagai sesi wawancara organisasi atau apapun yang menanyakan kelebihan gue, gue pasti mencantumkan : toleran dan open-minded. Emang bener kok, gue ga suka terlalu mempersalahkan dan mempermasalahkan orang even if they are clearly make mistakes. Makanya gue bisa dengan gampang nerima personality orang meskipun itu beda banget sama gue.
Tapi kali ini….sepertinya gue menemukan limit toleransi gue dan berpikir,    "I should do something to change it. Or at least, to control it.”
Setiap tempat punya budayanya sendiri. Begitu juga dengan tempat ini. Apalagi, budaya yang diterapkan di tempat ini berasal dari sesuatu yang agung, ga bisa dibantah. Sudah ada pakemnya. Berisi orang-orang yang sudah terbiasa dengan budaya ini, so do I. 
Gue tau kalo semua orang berproses, dan dalam berproses itu kita harus bantu mereka. Bersyukur dong harusnya kalo ada yang mau berproses, ye ga?
But, I can't help. I don't feel comfortable with "it"
Ada 2 sisi mata uang di sini. Satu, dari gue yang belum kebiasaan menghadapi tipe-tipe begini. Gue baru nemu "spesies" kaya begini di dalam tempat ini. Gue tekankan, "spesies" begini di tempat ini.Gue ga bakal pusing-pusing kalo lokusnya bukan tempat ini.
 What should I do? Just ignore it? Remind it? What's the best way to remind it? And how to tell it? Are my words too cruel ? Or has no effect at all ? 
Dua, however, I'm in charge of it. I can't take my hands off. Sebenernya bisa, tapi ga boleh. Ga pantes. Malu-maluin kalo gue lepas tangan. Ada pakem yang perlu dijaga di tempat ini dan itu salah satu tanggung jawab gue.
Terus hayati harus gimana? Masalahnya rasa uncomfortable itu bukan milik gue seorang...mungkin yang lainnya juga merasakan. Merasakan sesuatu yang ganjil di tempat ini. Tapi gatau juga harus diapain.  
Tapi bener juga kata temen gue.... ya gue mana bisa milih mau yang kaya gimana. Ini sama aja kaya kucing dalam karung kan? Masa mau di kick hanya karena gue ga bisa nanganin?
.
.
.
.
Terus postingan inipun menggantung endingnya. Tanpa solusi. Kemudian hening.Yaudah gue tidur ajalah~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh-Tokoh yang Menyebarkan Islam di Indonesia

SKB (Wawancara) CPNS LAN 2017